Kenali Tanda Bayi Mengalami Growth Spurt

Bayi di awal kehamilan terus menyusu? Apakah wajar? Bisa jadi hal ini dikarenakan bayi sedang mengalami growth spurt atau loncakan pertumbuhan. 

Gendisayu.com | Tanda Growth Spurt – Halo apa kabar? Kali ini gendisayu.com mau sharing pengalaman Mama Gendis saat Gendis mengalami growth spurt. Istilah growth spurt mungkin masih asing ditelinga beberapa orang. Bahkan sebelum punya anak, aku pun juga tidak tau menau tentang growth spurt. 

Apa Itu Growth Spurt?

Masih jelas terekam dalam ingatanku, sekitar satu minggu pasca kelahiran Gendis, ada hal aneh terjadi. Di mana Gendis mulai menyusu lebih sering dengan tenaga powerfull seperti tidak minum ASI seharian. Selain itu, Gendis juga jadi lebih rewel dari biasanya. Siang susah tidur, malam pun ngajak begadang.

Aku pun teringat dengan pesan salah satu teman : awas awal melahirkan harus tetap waras karena bayi akan mengalami growth spurt. Hah? Growth spurt? Apa itu growth spurt?

Growth spurt atau lonjakan pertumbuhan adalah sebuah fase proses tumbuh kembang pada 1 tahun pertama kehidupan bayi. Pada 1 tahun tersebut bayi akan mengalami lonjakan pertumbuhan pada waktu-waktu tertentu.

Dampak Growth Spurt Pada Bayi

Pernah nggak Moms memperhatikan dokumentasi si kecil pada saat awal kelahiran dan mendapati “kok cepat gede”? Atau Moms sering dengar “nggak usah banyak-banyak beli baju, bayi itu cepat gede”. Itu bukan hanya perasaan Moms loh, bukan pula omong kosong.

Bayi “cepat gede” pada saat awal kelahiran adalah dampak dari growth spurt

Saat bayi mengalami growth spurt, pertumbuhan fisiknya akan meningkat drastis. Mulai dari berat badan, tinggi, dan lingkar kepala.

Kapan Growth Spurt Terjadi?

Kapan growth spurt akan terjadi? Growth spurt akan terjadi secara bertahap, saat si kecil memasuki usia 1-3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, kemudian terakhir pada usia 9 bulan. Jadi growth spurt dapat terjadi sebanyak 5 kali. 

Lantas berapa lama growth spurt akan terjadi? Biasanya growth spurt akan terjadi sekitar 3 sampai 7 hari.

Tanda-tanda Bayi Mengalami Growth Spurt

Growth spurt adalah suatu kondisi normal yang pasti terjadi pada bayi. Namun kadang membuat beberapa Moms khawatir. Tak terkecuali aku. Aku sempat bertanya-tanya “Apakah ini normal terjadi? Apakah posisi peletakkan putingku tidak tepat sehingga bayiku haus terus?”.

Nah agar Moms tidak khawatir, yuk sama-sama kita kenali tanda growth spurt pada bayi.

1# Tanda Growth Spurt : Menyusu Lebih Sering 

Pernah nonton film Spongebob Squarepants edisi Pearl yang kelaparan terus dan memaksa Tuan Krab mencuri makanan? Setelah Pearl makan, badannya otomatis membesar. Nah kurang lebih seperti itulah gambaran bayi ketika mengalami growth spurt. 

Saat tubuh bayi mengalami lonjakan pertumbuhan, maka ia akan membutuhkan lebih banyak asupan nutrisi dan energi. Hal inilah yang membuat bayi banyak menyusu saat growth spurt.

Pada saat mengalami growth spurt, Gendis menyusu 12-14 kali dalam sehari. Padahal biasanya hanya 6-8 kali dalam sehari. 

2# Lebih Rewel dan Manja

Coba deh Moms bayangin, saat tubuh Moms mengalami suatu kejadian “aneh”. Tentu Moms akan merasa gelisah. Nah begitu pula saat bayi mengalami growth spurt.

Biasanya bayi yang sedang mengalami growth spurt akan menjadi rewel, aktif, dan lebih manja. 

3# Perubahan Pola Tidur

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa saat bayi mengalami lonjakan pertumbuhan, ia akan tidur lebih lama sampai 4.5 jam dari waktu tidur biasanya. Hal ini tentu normal terjadi karena bayi membutuhkan tidur lebih banyak dan nyenyak untuk menghasilkan hormon pertumbuhan.

Tapi ada juga loh Moms, bayi yang menjadi lebih susah tidur saat masa lonjakan pertumbuhan ini. Gendis termasuk yang susah tidur pada awal growth spurt. Hampir 4 hari aku selalu begadang setiap malam. Bahkan ada yang nyaris tidak tidur dari tengah malam hingga subuh. 

4# Perubahan Fisik Bayi

Apakah Moms termasuk golongan yang menduga-duga “ini growth spurt bukan atau cuma rewel”? Jika iya, tos kita samaan. Hehehe.

Aku pun awalnya cukup bingung. Ini Gendis beneran lagi growth spurt atau dia memang lagi rewel. Tapi setelah Gendis mengalami 3 tanda lonjakan pertumbuhan di atas dan melihat perubahan fisiknya yang ‘membesar’, aku pun jadi yakin kalau memang Gendis mengalami growth spurt.

Tips untuk Moms saat Si Kecil Growth Spurt

Ketika si kecil sedang mengalami lonjakan pertumbuhan, tentu fisik dan mental Moms seperti dihajar habis-habisan. Apalagi kalau full ASI dan direct breastfeeding. 

Itulah yang aku rasakan setiap Gendis mengalami growth spurt. Di mana Gendis akan menyusu hampir sepanjang waktu, yang membuat aku kelelahan dan cepat lapar. Lantas apa yang harus kita lakukan agar siap mendampingi bayi saat terjadi lonjakan pertumbuhan?

1# Perhatikan Asupan Makanan

Semakin sering kita menyusui, maka akan semakin sering pula kita merasa lapar. Jadi Moms harus menyediakan stok makanan yang bergizi ya. Usahakan selalu mengkonsumsi makanan seimbang : nasi sebagai sumber karbohidrat, telur/ikan/daging sebagai protein hewani, dan juga sayuran. 

Kadang aku khawatir “ASI cukup nggak ya?”, kalau Gendis menyusu terus-terusan. Jadi, aku juga melengkapi ‘amunisi’ mendampingi bayi growth spurt dengan minum produk pelancar ASI dari MamaBear. Ada berbagai produk pelancar ASI dari MamaBear yang bisa Moms pilih :

  • Almon Mix. Susu almond dengan berbagai pilihan rasa, seperti coklat, coffee latte, alpukat, strawberry, caramel, dan taro. 
  • Zoya Mix. Superfood yang memadukan kedelai, serela, daun katuk dengan 3 pilihan rasa : melon, pisang, dan coklat.
  • Teh Pelancar ASI. Teh seduh pelancar ASI yang terbuat 100 persen bahan alami dengan kandungan ekstrak tumbuhan seperti fenugreek, moringa, curcuma, anise, fennel, dan habbatussauda. 

Selain minum produk pelancar ASI dari MamaBear, aku juga makan almon oat cookies dari MamaBar. 

2# Konsumsi Vitamin dan Kalsium

Moms ada yang punya keluhan seperti aku nggak? Di mana semakin sering bayi menyusui, maka badan rasanya pegal-pegal? Bahkan sampai sakit gigi?

Nah kalau iya, Moms sebaiknya minum suplemen kalsium untuk tulang ya.

3# Istirahat yang Cukup

Please jangan ada yang protes “mau istirahat tapi siapa yang cuci baju dan masak”. Moms, punya anak adalah tanggungjawab suami dan istri. Bukan hanya istri saja. Jadi Moms dan pak suami harus bekerjasama. 

Kalau Moms sudah mengurus bayi, maka pak suami bagian mengurus rumah. Jika mau lebih ringkas, bisa menggunakan jasa laundry untuk baju Moms dan suami. Sedangkan baju bayi, tetap harus dicuci sendiri ya. Jika suami nggak bisa masak bisa beli makanan di luar, jika tidak memungkinkan beli maka harus berbagi tugas dengan pak suami : moms masak, pak suami jaga bayi. 

Moms, jangan simpan lelahmu sendiri. Kamu perlu menjadi ibu yang sehat fisik dan mental untuk menumbuhkan anak. Maka dari itu, yuk Moms komunikasi dengan suami perilah pembagian tanggung jawab di rumah. Masa bikinnya berdua, mengurusnya sendiri? 

“Mengurus anak itu tugas orang tua, bukan ibu saja atau suami saja”

Penutup

Membersamai anak saat fase lonjakan pertumbuhan memang tidak mudah. Tapi Moms harus sabar dan kuat ya. Jangan lupa untuk cerita dan minta tolong ke suami sebagai support system kita sebagai ibu.

1 thought on “Kenali Tanda Bayi Mengalami Growth Spurt”

Leave a comment