Anak Baru 1 Tahun Kok Sudah Sekolah, Ini Pertimbanganku

Parenting

comment No Comments

By Ibu Gendis Ayu

Gendisayu.com | Parenting – Memutuskan mengambil kelas Montessori untuk Gendis saat dia berusia 1 tahun, tentu bukannnya tanpa pertimbangan. Di mana aku juga khawatir kalau dikemudian hari Gendis lebih cepat bosan dalam belajar. Tapi setelah aku pelajari, ternyata tidak apa-apa kok memasukkan balita ke kelas Montessori selama memperhatian beberapa pertimbangan.

Pahami kebutuhan anak

Pada anak berusia 1 tahun, sebenernya tidak ada tuntutan untuk berosialisasi. Bahkan pada salah satu tulisan tentang parenting yang pernah aku baca, pada anak usia ini sangat wajar “pelit”. Ya, fitrahnya anak usia 1 tahun adalah menjaga miliknya dan tidak ingin berbagi.

Oleh sebab itu sebelum memutuskan memasukkan anak ke kelas bayi atau balita, sebaiknya kita memahami kebutuhan anak. Seperti ketika anak mulai sering menempel dan merengek ke orangtua, berarti ia membutuhkan perhatian dari orangtuanya. Atau ketika ia melakukan gerakan tutup mulut (GTM) sebagai aksi protes ada yang tidak nyaman di tubuhnya atau bosan dengan makanannya.

Nah sebelum memasukkan anak sekolah, sebaiknya kita benar-benar paham ketika anak “setuju” dan “tidak setuju”.

Beberapa pertimbangan memasukkan anak 1 tahun sekolah

Setelah benar-benar memahami kebutuhan Gendis, aku pun mantap memasukkan Gendis ke kelas Montessori. Tapi 3 parameter berikut harus terpenuhi:

  1. Paham nama-nama anggota tubuhnya
  2. Paham apa yang menjadi miliknya
  3. Mulai mengerti perintah

1# Paham nama anggota tubuh

Menurutku pribadi, dibandingkan mengajarkan warna pada anak usia Gendis, lebih utama mengajarkan tentang nama anggota tubuh beserta fungsinya.

Aku pun sudah mengajari Gendis tentang nama anggota tubuh sejak Gendis lahir. Di mana aku membiasakan menyebutkan nama anggota tubuh saat menyentuhnya.

“Ini namanya mata, ada dua, dan berfungsi untuk melihat. Kalau ini namanya telinga, ada dua, dan fungsi untuk mendengar”

Jadi ketika Gendis berusia 8 bulan, dia sudah paham dengan nama anggota tubuh dan fungsinya. Hal ini bermanfaat ketika dia sakit, dia bisa menunjuk di mana ia sakit.

Pengenalan anggota tubuh juga menjadi pengantar edukasi seks untuk anak usia dini. Saat kita mengajarkan nama anggota tubuh, kita bisa sekalian menyisipkan pesan:

“Kalau ini namanya payudara atau dada. Tidak boleh disentuh oleh orang lain”

2# Paham apa yang menjadi miliknya

Ketika mengamati Gendis berinteraksi dengan orang lain, aku kerap mendapati dia tidak ingin berbagi dengan orang lain. Sekalipun itu bapaknya.

Walaupun ada yang beranggapan “Gendis pelit”, tapi nyatanya ini adalah signal baik dari anak. Di mana ia sudah paham apa yang menjadi miliknya. Bahwa apa yang dimilik tak semuanya harus dibagi. Apalagi kalau dia suka.

Seorang psikolog klinis pendiri Aha! Parenting, dr Laura Markham, menyebutkan bahwa memaksa anak berbagi bisa berdampak buruk. Dimana anak menganggap ia tidak punya otoritas atas apa yang ia miliki dan tidak berhak mengatur dirinya sendiri.

3# Mulai mengerti perintah

Ketika memasukkan Gendis ke kelas Montessori balita, alhamdulillah dia sudah lancar berjalan. Sehingga dia sudah mulai paham dengan kalimat perintah, seperti:

“Yuk, kembalikan mainnya ke miss”

Hal ini bermafaat untuk menjaga moodnya selama kelas dan agar ia bisa mengikuti kelas dengan lebih anteng.

Kalau Gendis menolak=kelas berakhir

Sebelum berangkat sekolah, aku selalu melakukan komunikasi berikut:

“Gendis, hari ini kita sekolah ya. Ketemu miss dan teman-teman. Yuk kita siap-siap”

Aku pun juga memberikan pemahaman ke suami, bahwa kalau Gendis memberikan respon penolakan saat di sekolah, seperti menangis dan tantrum, maka aku akan memutuskan untuk langsung pulang. Hal ini untuk menghindari trauma pada anak karena proses belajar. Selain itu, aku ingin Gendis belajar dan bermain dengan nyaman.

Penutup

Sebagai ibu yang sedang mengusahakan yang terbaik untuk anak, aku tetap selalu mengutamakan kenyamanan dan kebahagian anak pada setiap aktivitasnya. Selain itu, aku juga memutuskan memasukkan Gendis ke kelas Montessori, agar ia mendapatkan fasilitas belajar yang bagus, yang tidak ia dapatkan di rumah.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi ibu yang sedang melakukan pertimbangan anak 1 tahun sekolah.

Sumber:

Leave a comment