Gerakan Tutup Mulut (GTM) Pada Anak, Mimpi Buruk Para Ibu

Gendisayu.com | Parenting – Salah satu mimpi buruk seorang ibu ialah ketika sang anak mengalami gerakan tutup mulut atau lebih dikenal dengan GTM. Aku sendiri juga pernah mengalami mimpi buruk ini. Di mana, tiba-tiba Gendis mogok makan. Jangankan membuka mulut, ia bahkan selalu berpaling ketika sendok disodorkan.

Kemudian aku bertemu dengan postingan dr Tan Shot Yen. Di mana beliau mengatakan: cari penyebab anak GTM dulu, baru solusinya.

Mengenal Apa Itu Gerakan Tutup Mulut (GTM) Anak

Gerakan tutup mulut (GTM) anak adalah suatu kondisi di mana anak menolak untuk membuka mulutnya saat disuguhi makanan. Aksi GTM ini tidak hanya ketika anak menutup mulutnya saat disodorkan makanan, tapi juga bisa berupa melepeh makanan, memalingkan kepala, dan bahkan menangis.

GTM pada anak biasanya dimulai ketika anak mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI. Walaupun suatu hal yang wajar terjadi pada proses tumbuh kembang anak, tapi hal ini tentu tidak bisa kita biarkan begitu saja.

Mengapa GTM Harus Segera Diatasi?

mengapa GTM pada anak harus segra diatasi

Apabila GTM terjadi terus menerus, maka dikhawatirkan si kecil akan mengalami beberapa hal berikut:

1# Gerakan Tutup Mulut (GTM) Anak Menyebabkan Kebutuhan Nutrisi Tidak Terpenuhi

“Udah biarin aja dia nggak mau makan. Mungkin lagi bosan makan atau sudah kenyang”

Moms, pernah nggak mendengar kalimat ini ketika anak melakukan GTM? Jika GTM tidak berlangsung lama, alasan di atas mungkin saja terjadi.

Tapi jika GTM terjadi terus-menerus, Moms harus segera memberikan perhatian pada masalah GTM. Karena apabila GTM terjadi dalam waktu cukup lama, dikhawatirkan anak akan mengalami malnutrisi seperti kekurangan gizi dan hal paling buruk adalah mengalami stunting.

2# Gangguan Perkembangan Otak Anak

Pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak, sebagai orang tua kita harus sangat memperhatikan asupan makanannya. Di mana perkembangan fisik dan otak anak pada masa emas ini berlangsung sangat pesat.

Untuk itu ketika anak mengalami GTM pada masa emas ini, kita harus segera mengalisa penyebabnya dan mencari solusinya. Jangan sampai karena GTM berkepanjangan, perkembangan otak anak tidak optimal. Hal ini akan berdampak pada aspek kognitif anak.

Menganalisa Penyebab Anak GTM

Sebelum kita membahas tentang solusi GTM, ada baiknya kita melakukan evaluasi mengapa anak mengalami GTM. Berdasarkan pengalamanku menjadi ibu, ada beberapa penyebab GTM pada anak yang harus Moms ketahui:

1# Penyebab Anak GTM Karena Tumbuh Gigi

Pertama kali Gendis mengalami GTM adalah saat usianya 7 bulan. Waktu itu, ia benar-benar menutup rapat mulutnya ketika disodorkan makanan. Bahkan ia sampai memalingkan kepalanya sembari tersenyum kecil.

Aku pun mengambil langkah segera melakukan pengecekan pada area mulutnya. Ternyata benar, gusinya sedang bengkak karena hendak tumbuh gigi.

2# Bosan dengan Cita Rasa Makanan

Sebagai orang dewasa, kita tentu pernah bosan dengan cita rasa makanan. Begitu juga dengan bayi dan anak-anak.

Pernah suatu ketika aku sedang uring-uringan karena PMS. Dampaknya aku jadi malas masak. Akhirnya selama dua hari Gendis hanya makan telur dadar dan sop ayam seadanya. Dampaknyaaaa…. Yap! Hari ketiga dia mulai menunjukkan “gejala” GTM. Di mulai dengan kurang nafsu makan dan makan tidak lahap berujung tidak habis.

Setelah itu, langsung melakukan grounding terapi dulu dan memperbaiki menu makanan.

3# Bosan dengan Suana Makan

Makan disiplin di baby chair memang bagus, tapi bayi dan anak juga bisa bosan loh dengan suasana makan. Sejak awal MPASI, aku suka mengajak Gendis pindah-pindah tempat makan setiap dua hari sekali atau saat ada tanda Gendis mulai bosan.

Misalnya pagi di teras rumah, siang dan malam di dalam rumah. Atau sekalian ajak makan di luar dengan membawa bekal.

4# Sakit

Aku masih ingat, ketika lebaran tahun kemarin Gendis mendadak tak nafsu makan. Awalnya aku kira karena terlalu banyak orang yang dia temui. Hingga akhirnya H+2 lebaran aku sadar, bahwa Gendis sedang difase awal batuk pilek.

5# Belum Lapar atau Masih Kenyang

Sebagai orang dewasa, kalau kita masih kenyang atau belum lapar, tentu membuat nggak nafsu makan. Begitu juga dengan anak.

6# Penyebab Anak GTM Karena Pola Pengasuhan Orangtua dan Keluarga

Sumber bacaan: https://health.tribunnews.com/2022/01/20/tiga-penyebab-gerakan-tutup-mulut-atau-mogok-makan-pada-anak-simak-ulasan-dr-tan-shot-yen

Menurut ahli gizi, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, pola pengasuhan orangtua dan keluarga juga turut membawa pengaruh pada masalah GTM. Di mana, masih banyak orang tua yang mengalihkan perhatian anak agar anak makan dengan cepat.

Contohnya, memberikan anak tontonan saat makan. Makan sambil nonton, ternyata punya banyak dampak buruk bagi kesehatan. Jika tak percaya, coba Moms pergi ke halaman pencarian Google dan memasukkan keyword “makan sambil nonton”. Pasti Moms akan menemua berbagai informasi dampak buruk makan sambil nonton, seperti risiko diabetes dan gangguan fokus.

Pada anak, makan sambil nonton video akan mengganggu fokus pada makanan. Di mana akan akan leboh fokus pada tontonan yang sedang ia lihat dibandingkan dengan makanan. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka bisa memicu gerakan tutup mulut (GTM) pada anak.

Selain itu, dr Tan juga mengatakan bahwa kondisi anak akan membuat anak bingung. Apakah jam tersebut waktu ia makan atau bermain.

Mengatasi Gerakan Tutup Mulut (GTM) Anak Berdasarkan Penyebab

Waktu menyimak video tentang GTM di sosial media, aku menemukan ada banyak sekali ibu-ibu yang kebingungan dengan kondisi anaknya. Bahkan ada anak yang awalnya GTM jadi mau makan setelah alat makannya diganti, ada yang mau membuka mulutnya setelah ibunya juga menyuapi robot kesayangan si anak, dan ada juga yang mau makan setelah sang ayah turun tangan ikut menyuapi.

Aku sendiri punya beberapa tips untuk mengatasi GTM anak berdasarkan pengalaman pribadi:

1# Mengatasi GTM Anak Sesuai dengan Penyebabnya

Menurutku, cara paling tepat yang pertama untuk mengatasi GTM anak adalah dengan mencari tau penyebabnya, kemudian baru solusinya. Terdengar mudah memang, tapi tentu eksekusinya penuh dengan kata sabar. Hehehe.

Contohnya jika anak sedang tumbuh gigi, maka Moms harus menyesuaikan tekstur makanan, memberikan makanan yang lembut dan mudah digigit.

Jika anak GTM karena bosan dengan cita rasa makanan, mungkin sudah saatnya Moms mengeksplore resep-resep baru. Aku pun pernah masak 4 menu makanan dalam satu hari saat Gendis GTM. Tak jarang, saat ada tanda-tanda Gendis bosan makan, menu makanannya akan berbeda saat pagi, siang, dan malam. Perlu effort lebih memang. Tapi selama anak mau makan dan demi memenuhi nutrisi hariannya, tak ada salahnya bukan?

2# Menerapkan Responsive Feeding, Bukan Feeding Rules

Sumber bacaan: https://nakita.grid.id/read/023869202/sedang-ramai-di-media-sosial-apa-perbedaan-feeding-rules-dan-responsive-feeding-dan-mana-yang-lebih-disarankan?page=all

Hayo siapa yang masih menganggap bahwa feeding rules dan responsive feeding adalah sama? Aku pun dulu juga begitu.

Tapi ternyata feeding rules dan responsive feeding itu berbeda. Feeding rules merupakan aturan pemberian makan untuk anak yang kaku dan harus diikuti oleh orangtua atau pengasuh. Sedangkan responsive feeding adalah pendekatan berdasarkan isyarat lapar dan kenyang yang diberikan oleh anak.

Aku sendiri mempunyai teknik mengajarkan responsive feeding pada Gendis:

  • Tidak memberikan camilan 1 jam sebelum waktu makan
  • Memberikan sugesti pada anak: Gendis sudah lapar ya? Kita makan yuk.
  • Memberikan penjelasan pada anak tentang apa yang ia makan: Gendis hari ini makan sama nasi, ikan kembung, telur puyuh, dan tumis wortel ya.
  • Mengajari anak isyarat “kenyang”. Sejak awal MPASI aku mengajari Gendis “angkat tangan” setelah selesai makan. Baik makanannya habis atau tidak. Setelah Gendis mengangkat tangan, aku langsung memberikan minum, mengambil piring, membersihkan meja makan, dan mengajak cuci tangan.
  • Saat Gendis sudah bisa berjalan dengan lancar, aku mengajari Gendis membawa piringnya ke tempat cuci piring setelah selesai makan.

3# Pengasuhan yang Konsisten

Dalam pengasuhan Gendis, aku sama sekali tidak melibatkan pihak ketiga seperti neneknya. Saat nenenknya datang berkunjung, tidak ada perbedaan aturan makan pada anak. Kalau dia tidak mau makan ya sudah, tidak ada drama makan sambil nonton video.

Hal ini guna mendapatkan pengasuhan yang konsisten. Jangan sampai dikemudian hari anak akan memberikan asumsi “perbedaan kasih sayang” antara sang ibu dan neneknya. Karena tak jarang ada kasus anak tantrum sebab neneknya yang selalu mengabulkan permintaan sang cucu. Lantas waktu ia beranjak besar akan memberikan label “nenek lebih sayang sama aku dari pada ibu”.

4# Libatkan Sang Ayah

ayah menyuapi anak untuk mengatasi anak GTM

Percaya nggak sih, GTM pada anak bisa sembuh karena campur tangan sang ayah?

Moms, menjadi orangtua artinya keterlibatan dua orang, ibu dan ayah. Bukan hanya ibu saja. Waktu anak GTM, coba ajak suami untuk ikut ambil bagian dalam pengasuhan. Seperti menyuapi makan dan makan bersama.

Solusi mengatasi GTM pada anak ini berhasil aku terapkan. Waktu Gendis tidak mau aku suapi, aku meminta suami menyuapi Gendis atau ia makan bersama Gendis sambil mengucapkan:

“Papa makan ya. Waah ada ikan, ikan itu enak loh, gizinya bagus biar tubuh kita sehat”

Alhamdulillah cara ini berhasil. Aku sendiri sampai berpikir bahwa mungkin Gendis bosan aku suapi.

Kalau anak sudah bisa makan sendiri, coba ajak anak makan bersama. Makan bersama orangtua tentu menjadi momen yang menyenangkan bagi anak. Di mana ia bisa belajar makan dengan mengamati langsung.

Penutup

Sebagai seorang ibu, aku tahu persis bahwa masalah GTM pada anak sangat membuat frustasi. Kita sudah memasak sepenuh hati dengan ekspektasi anak akan makan dengan lahap, eh ternyata jangankan habis, ia bahkan enggan membuka mulutnya. Maka sejak awal MPASI, banyak teman-teman yang memberikan nasihat:

Jangan berekspektasi tinggi saat awal MPASI

Jika Moms mengalami masalah ini, jangan disimpan sendiri. Libatkan suami untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama.

Semoga artikel ini bisa menjadi solusi bagi Moms yang sedang mencari penyebab dan cara mengatasi GTM pada anak.

Leave a comment