Mengejar Periode Emas 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Gendisayu.com | Parenting1000 Hari Pertama Kehidupan atau 1000 HPK adalah periode emas yang dimulai sejak anak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Lantas seberapa penting masa ini? 

Baru-baru ini Mama Gendis mengikuti sebuah webinar yang diadakan oleh MamaBear, brand ASI booster asal Indonesia yang sudah ada sejak 2016. Didirikan oleh sarjana Food Technology and Nutrition, Agnes Susanti Widjaja, MamaBear menghadirkan produk ASI Booster berkualitas yang berpedoman pada riset, bahan alami, dan produksi lokal dengan standar higienitas tertinggi.

Mengenal 1000 Hari Pertama Kehidupan

Moms, lagi menyimak berita yang sedang ramai dijagad maya nggak? Itu loh ada seorang ibu yang tega memberikan kopi susu saset ke anaknya yang masih bayi. Di postingannya, si ibu menceritakan bahwa anaknya BAB 9 kali dalam sehari. Ya ampun! Jujurly, saat melihat berita ini, aku gemes banget. Padahal diumur anaknya yang masih kecil itu, ada 1000 Hari Pertama Kehidupan yang harus diperhatikan orangtua.

1000 Hari Pertama Kehidupan disebut juga dengan PERIODE EMAS. Sebuah periode pertumbuhan otak dan sistem tubuh anak yang sangat pesat untuk mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna.

1000 Hari Pertama Kehidupan ini dimulai sejak kapan? Apakah sejak anak lahir? NO! 1000 HPK dimulai sejak 270 hari dalam kandungan sampai dengan usia anak 2 tahun.

Oleh sebab itu, sebagai ibu kita harus rajin melakukan pemeriksaan kandungan minimal 4 kali selama masa kehamilan. Selain itu, selama masa hamil kita juga harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dengan porsi lebih banyak, mengkonsumsi vitamin kehamilan, minum total 90 butir tablet penambah darah selama masa kehamilan, melakukan pemeriksaan laboratorium (cek laboratorium ini bisa dilakukan di Puskesmas ya), dan ibu hamil jangan merokok serta meminum minuman beralkohol dan bersoda.

Mengikuti kelas ibu hamil juga menjadi salah bagian dari 1000 PKH loh. Jika moms tertarik mengikuti kelas ibu hamil, biasanya di Puskesmas mengadakan kelas ibu hamil secara gratis.

Jangan Sampai Anak Kurang Gizi Pada 1000 HPK

Waktu kemarin aku melahirkan, ada seorang bidan berkunjung di ruangan nifas berisi 8 orang ibu yang baru melahirkan. Melihat ada ibu baru yang kurang edukasi, beliau nyeletuk : jangan mau enak-enaknya aja, “buat anak” juga harus berbekal ilmu. Walaupun pedas, namun memang ada benarnya.

Bahkan dr Brenda Shahnaz yang kemarin mengisi webinar juga mengatakan bahwa 1000 HPK itu akan sukses jika kita sudah membekali diri saat merencanakan kehamilan. Bekal ini tak hanya tentang kesiapan finansial, tapi juga “sesiap apa kamu menjadi orangtua? udah punya bekal apa aja?”.

Jujur saja, aku merasa sangat beruntung bisa mengikuti webinar kemarin. Dimana ada banyak ilmu daging. Salah satunya pentingnya menjaga asupan makanan untuk anak dan pentingnya memantau berat badan bayi. Berat badan loh! Hal yang kadang dianggap sepele bagi sebagian orang. Bahkan ada yang bilang : nggak apa-apa anaknya kurus, kan orangtuanya kurus. NO! Bukan masalah kurusnya. Tapi beratnya naik apa enggak? Kalau nggak naik = nggak tumbuh! Ini masalah besar wahai ibu-ibu tersayang.

Yuk lanjut tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan anak. Jadi dari 1000 hari, 270 harinya sudah dimulai sejak dalam kandungan. 730 hari yaitu kehidupan anak hingga usia 2 tahun.

Masa 730 Hari dari 1000 Hari Pertama Kehidupan 

Ada empat hal PENTING yang harus diperhatikan pada kehidupan 730 hari selanjutnya, yaitu:

1# Asupan Nutrisi yang seimbang

Bayi 0 hari hingga usia 6 bulan hanya boleh mengkonsumsi ASI atau susu formula jika memang dibutuhkan. Pada saat mengASIhi, moms juga harus memperhatikan asupan makanan ya. Biar ASI nya lancar. Ingat ya selama 6 bulan ini hanya berikan ASI, tanpa tambahan apapun, air juga tidak boleh.

Setelah 6 bulan hingga 2 tahun, anak harus terus diberikan ASI dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Memberikan MPASI sendiri memang banyak suka dukanya. Well, walaupun aku belum memalalui masa ini, tapi percayalah telingaku ini menjadi penampung cerita tentang “drama” MPASI. Mulai dari anak GTM (gerakan tutup mulut), sampai tantrum.

Kalau anak GTM gimana? Ya dicari solusinya! Jangan dibiarkan anak nggak makan.

Saat webinar kemarin, dr Brenda mengatakan ada banyak sekali penyebab GTM. Salah satunya, bisa jadi karena mengalami ISK (infeksi saluran kemih). Tapi karena anak belum bisa mengutarakan isi perasaannya, ya kita sebagai orangtua harus lebih peka. Karena ISK pada anak sering disebut sebagai silent disease (penyakit yang tidak bergejala secara fisik dan samar sehingga seringkali orang tua tidak menyadari anak menderita penyakit).

Kalau anak GTM dalam waktu yang lama, nggak ada salahnya loh kita melakukan cek urin dan darah. Kalau memang ada penyakit, kita bisa melakukan pengobatan sedini mungkin. Mengapa demikian? Pada masa 1000 HPK diperlukan asupan gizi yang seimbang mencegah terjadinya stunting. Stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Bahayanya, STUNTING TIDAK BISA DIOBATI. Jika perkembangan anak pada 1000 HPK tertinggal, maka tidak bisa diperbaiki dimasa kehidupan selanjutnya. Kenapa? Karena pada 1000 HPK otak dan sistem tubuh anak berkembang dengan sangat pesat.

Moms, untuk mengetahui perkembangan tumbuh kembang anak, jangan lupa untuk datang ke Posyandu setiap bulan ya.

2# Pencegahan penyakit dan imunisasi

Saat webinar kemarin, dr Brenda juga menyampaikan pentingnya pencegahan penyakit dan melakukan imunisasi. Jadi moms, wajib punya table imunisasi ya. Tabelnya bisa didownload disini

Pada periode 730 hari kehidupan, anak sangat berisiko terkena penyakit-penyakit infeksi. Jika anak sering sakit, maka akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Sebagian besar penyebab kematian anak adalah penyakit infeksi yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi yaitu diare, infeksi saluran nafas (pneumonia), DHF, TB Paru, dan Campak (sumber : https://www.herminahospitals.com/id/articles/pentingnya-1000-hari-pertama-kehidupan-pada-anak)

3# Rajin stimulasi tumbuh kembang anak

Tummy time adalah salah satu stimulasi untuk perkembangan anak. Sayangnya saat aku membaca sebuah kolom komentar di Instagram yang mengunggah konten tummy time, ada banyak moms yang curhat perihal dilarang menstimulasi anak dengan tummy time. Rata-rata larangan tersebut berbunyi : kasian lehernya belum kuat, nanti juga bisa sendiri.

Aku tau, saat ini ada banyak sekali moms baru yang sudah siap punya anak. Ada banyak moms baru yang membekali diri dengan ilmu parenting. Dan ilmu parenting sendiri semakin berkembang seiring dengan penelitian para ahli.

Pada masa 1000 HPK ini, moms harus berperan aktif dalam menstimulasi motorik kasar anak. Seperti tidur , telungkup, duduk, berdiri, berjalan, berlari dan melompat. Pun harus rajin menstimulasi motorik halus, seperti memegang barang kecil, menulis, memegang barang disekitar anak. 

Tak hanya menstimulasi motorik anak, mom juga harus berperan aktif dalam pengembangan kemampuan bahasa anak. Salah satunya dengan rajin membacakan buku ke anak dan mengajak komunikasi dua arah.

Jika semua stimulai sudah dilakukan dengan baik, yang terakhir moms harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Menjaga kebersihan berperan penting untuk pencegahan terhadap penyakit, seperti diare. 

Apa yang Terjadi Jika Bayi Tidak Mendapat Cukup Gizi Pada 1000 PKH

Hal ini pasti terngiang-ngiang dibenak moms saat membaca artikel ini. Apa sih yang akan terjadi saat gizi anak tidak tercukupi pada 1000 HPK?

Sebenarnya jawabannya sudah terjawab di atas, yaitu bisa mengakibatkan stunting. Tapi detailnya akan, aku jabarkan di bawah ini. Oh iya jawaban ini, tentu saja dari webinar MamaBear kemarin ya.

Dampak anak tidak mendapat gizi yang cukup pada 1000 PKH antara lain:

  1. Pertumbuhan otak anak terhambat, anak jadi tidak cerdas.
  2. Pertumbuhan jasmani dan perkembangan kemampuan anak terhambat, serta anak menjadi pendek (stunting)
  3. Anak menjadi lemah dan mudah sakit
  4. Anak akan sulit mengikuti pelajar saat bersekolah nantinya

Penutup

Gimana? Masih mau jadi ibu? Berat ya ternyata. Tapi tetap harus dijalani dong. Harus rajin belajar dan membaca. Apalagi saat ini teknologi sudah semakin canggih. Kita bisa mendapatkan informasi sekalipun sambil rebahan nemenin anak tidur.

Yuk jadi smart moms, karena Setiap Anak Berhak Tumbuh Sehat dan Bahagia.

Leave a comment