5 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh saat Ramadan untuk Ibu Menyusui

Ibu Gendis Ayu

Updated on:

menjaga kesehatan tubuh saat Ramadan

Gendisayu.com | Ramadan Blog Challenge – Alhamdulillah puasa Ramadan sudah memasuki minggu kedua. Aku pun banyak melakukan evaluasi selama Ramadan ini. Terutama dalam bidang kesehatan. Ternyata ada yang lebih penting dari pada membuat list menu berbuka atau sahur. Yaitu menjaga kesehatan tubuh saat Ramadan, khususnya untuk ibu menyusui seperti aku.

Ramadan, Waktu yang Tepat untuk Mengisi Asupan Spiritual Anak

ramadan bersama toddler

Selama Ramadan ini, aku merasa waktu berlalu dengan lebih tenang. Seakan melambat. Sehingga aku menjadi lebih khuyuk beraktivitas. Baik membersamai tumbuh kembang anak ataupun beribadah.

Pada Ramadan kali ini, Gendis sudah berusia 17 bulan. Aku bersyukur atas setiap waktu yang kami lalui bersama, atas setiap ilmu yang aku pelajari dari membersamai tumbuh kembangnya. Dan satu yang bisa aku simpulkan: anak-anak adalah peniru dan penghafal yang baik. Contohnya ketika aku mengajak Gendis salat.

“Gendis ayo nak kita salat,” seruku

Sejurus kemudian, Gendis akan mengambil sajadah dan jilbabnya. Kemudian ia menggelar sajadahnya di sampingku. Awalnya ia akan mencoba mengikuti gerakan salat. Hingga akhirnya memilih bermain sepeda jungkat-jungkitnya.

Setelah selesai salat, aku dan Gendis akan mengaji bersama. Dia duduk dipangkuanku sambil mendengarkan ibunya mengaji dan membantu membalik lembar al-qur’an.

Tapi… dibalik suka cita mengisi asupan spiritual anak dan membuat habit baru, ada satu keluhan yang aku rasakan. Yaitu badan yang lebih cepat lelah. Mungkin karena selama Ramadan jadi kurang tidur.

Ternyata Ramadan Lebih Membutuhkan Tubuh yang Sehat

Sekarang aku jadi paham. Mengapa orang sering memberi nasihat untuk rajin beribadah ketika kita masih muda. Ternyata semakin usia bertambah, masalah kesehatan akan mengiringi. Apalagi kalau kita tidak rajin olahraga dan makan makanan sehat.

Hingga akhirnya aku sadar, bahwa Ramadan tak sekadar tentang kesiapan menu makanan dan jadwal beribadah. Tapi yang terpenting ialah kesiapan fisik kita.

Rasanya aku sendiri menyesal. Mengapa aku tak rajin olahraga sebelum berpuasa. Setidaknya agar badan lebih bugar dan tak gampang lelah saat beribadah selama bulan Ramadan ini.

Apalagi ketika sudah punya anak dan berpuasa sambil menyusui.

Menjaga Kesehatan Tubuh Selama Ramadan untuk Ibu Menyusui

Ketika mendapat gelar “ibu”, perubahan fisik yang aku rasakan ialah badan menjadi cepat lelah. Hal ini tentu ada kaitannya dengan jam dan kualitas tidur.

Untuk itu, aku pun sedang belajar untuk memperbaiki kualitas tidurku. Apalagi selama bulan Ramadan ini. Di mana harus menyiapkan makanan sahur. Selain memperbaiki kualitas tidur, aku juga melakukan beberapa hal untuk menjaga kesehatan tubuh:

1# Menjaga kesehatan tubuh saat Ramadan dengan memenuhi kebutuhan cairan

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh ibu menyusui yang sedang berpuasa adalah potensi dehidrasi. Untuk itu, Moms harus memastikan minum air putih minimal 8 gelas pada malam hari. Selain minum air putih, aku juga membiasakan minum air kelapa saat berbuka puasa dengan ditambah jeruk nipis dan sedikit garam.

Pada beberapa penelitian, air kelapa ternyata lebih cepat mengatasi dehidrasi loh Moms. Hal ini dikarenakan air kelapa mempunyai beberapa elektrolit yang baik untuk tubuh, seperti kalium, magnesium, dan natrium.

2# Jangan melewatkan sahur

Jika Moms sedang puasa sambil menyusui Si Kecil, please jangan sekali-kali melewatkan sahur. Sahur itu ibarat sarapan, sangat penting untuk menunjang asupan energi selama seharian berpuasa

Kemarin, aku pernah satu kali melewatkan sahur. Ternyata dampaknya sangat besar. Di mana setelah menyusui Gendis di siang hari, badanku terasa sangat lemas dan kepala pusing. Setelah berbuka puasa, kondisiku tak kunjung membaik. Akhirnya aku pun memutuskan menambah asupan makanan dari roti bakar dan telur mata sapi. Alhamdulillah biidznillah kondisiku membaik.

Pada saat sahur, pastikan Moms mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, terdiri dari kebohidrat, serat, dan protein.

3# Menghindari makanan dan minuman manis

Sadar ngga, kalau penyebab berat badan semakin bertambah saat puasa adalah takjil yang kita konsumsi? Sebelum puasa, mungkin kita tidak biasa makan atau minum yang manis-manis. Tapi saat puasa, auto borong yang manis-manis.

Mengkonsumsi minuman atau makanan manis, memang penting untuk menormalkan kembali gula darah setelah seharian berpuasa. Tapi semua ada batasnya, yaitu 50gr gula per hari.

Dari pada makan atau minum takjil yang manis-manis, coba Moms ganti dengan makan kurma. Kurma mengandung potasium yang bisa menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengandung nutrisi yang dapat diserap dengan cepat oleh tubuh.

4# Tidur yang cukup

Kunci penting menjaga kesehatan tubuh saat Ramadan adalah punya waktu tidur yang cukup. Aku sadar, sebagai seorang istri dan ibu, tentu kita punya waktu tidur yang sedikit berkurang selama Ramadan.

Di mana kita harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sahur. Untuk itu, ada baiknya kita tidak begadang di malam hari dan tidur lebih cepat.

5# Konsumsi vitamin dan mineral

“Mbak, kenapa ya kok aku susah tidur? Jadinya pas puasa badan lemes banget,” keluhku di WhatsApp grup

Mbak Fika yang ada di grup pun memberikan tanggapan bahwa aku harus mengkonsumsi magnesium. Setelah aku telusuri, ternyata magnesium bisa meningkatkan kualitas tidur.

Orang yang mempunyai kadar magnesium rendah berpotensi besar mengalami masalah tidur. Hal ini dikarenakan magnesium dibutuhkan untuk memproduksi protein, menghasilkan energi, serta menjalankan fungsi saraf, otot, dan otak.

Alhamdulillah biidznillah, setelah rutin mengkonsumsi magnesium, aku pun bisa tidur lelap dan masalah insomnia mulai teratasi.

Penutup

Menjaga kesehatan tubuh saat Ramadan untuk ibu menyusui memang membutuhkan perhatian ekstra. Namun, dengan tips-tips yang telah dipaparkan di atas, diharapkan ibu menyusui dapat tetap menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan tanpa khawatir.

Ingatlah untuk selalu mendengarkan tubuh Moms. Jika merasa lemas, pusing, atau dehidrasi, jangan ragu untuk membatalkan puasa. Konsultasikan dengan dokter atau bidan jika memiliki pertanyaan atau concerns terkait kesehatan Moms dan bayi selama Ramadan.

Semoga Ramadan tahun ini menjadi Ramadan yang penuh berkah dan kesehatan bagi Moms dan keluarga.

Sumber:

Leave a comment