Puasa Ramadan Pertama Bersama Toddler, Ini Tipsnya

Ibu Gendis Ayu

Updated on:

puasa bersama toddler

Gendisayu.com | Ramadan Blog Challenge – Alhamdulillah hari ini sudah masuk Ramadan hari ke lima. Daaan hari ini menjadi hari pertama aku berpuasa setelah 2 tahun tidak puasa. Rasanya bersyukur sekali. Tapi puasa bersama toddler sambil mengASIhi ternyata tidak semudah yang aku bayangkan.

Berikut ceritaku “come back” puasa bersama toddler.

Tak Semudah yang Aku Kira

“Beb, aku besok puasa ya. Sudah selesai datang bulan,” tuturku pada suami.

Menyambut puasa ramadan tahun ini, aku sangat antusias. Akhirnya setelah 2 tahun tidak puasa, karena hamil dan menyusui, tahun ini aku sangat yakin bisa kembali puasa. Apalagi Gendis sudah berusia 17 bulan, konsumsi ASI nya hanya 30%.

Dalam 1 hari, Gendis hanya minum ASI 3-5 kali saja. 2 kali di siang hari ketika hendak tidur siang (Gendis masih tidur siang 2 kali, jam 10 dan jam 2 siang), 1 kali ketika hendak tidur malam, dan 1 kali lagi ketika dia terjaga di tengah malam. Jadi aku sangat yakin bisa kembali berpuasa.

“Beb kamu pulang subuh? Aku sahur duluan ya,” tulisku di pesan WhatsApp. 

Manusia boleh berencana, Allah yang menentukan. Mungkin begitulah kondisiku saat ini. Hehehe.

Sebagai seorang ibu rumah tangga dan konten kreator, aku terbiasa begadang. Kondisi ini berlanjut hingga Ramadan. Padahal saat menjalani ibadah puasa, kita harus mempunyai kualitas dan waktu tidur yang baik untuk menjaga kesehatan selama berpuasa.

Kemarin karena begadang sampai jam 1 pagi, akhirnya aku melewatkan waktu sahur. Aku baru bangun ketika suamiku pulang kerja setelah adzan subuh. Tentu ini menjadi mimpi buruk bagi ibu yang puasa sambil menyusui.

Puasa Bersama Toddler

Dua hari ini, Gendis pilek lagi. Mungkin karena faktor cuaca yang akhir-akhir ini kurang sehat. Alhasil menjelang pukul 2 siang, dia sudah nenen 5 kali.

Aku yang hari itu tidak sahur, akhirnya mulai lemas. Aku pun memutuskan ikut tidur siang bersama Gendis. Setelah bangun dari tidur siang, ternyata badanku masih lemas. Aku pun memutuskan membeli lauk dan sayur matang untuk berbuka puasa. 

Setelah berbuka puasa, berangsur-angsur kondisiku mulai sehat lagi. Walaupun kepala masih agak pusing.

Tips Puasa Bersama Toddler

Setelah sehari berpuasa Ramadan sambil mengASIhi balita, akhirnya aku benar-benar sadar. Bahwa puasa sambil menyusui mempunyai tantangan tersediri. Sekalipun kebutuhan menyusui toddler hanya 30%.

Berikut ini beberapa tips puasa sambil mengASIhi yang aku rangkum dari beberapa sumber:

1# Puasa bersama toddler harus rajin olahraga

Berpuasa ternyata tidak hanya tentang menahan lapar, haus, dan nafsu. Tapi juga tentang tubuh yang sehat.

Untuk itu, sebelum berpuasa ada baiknya kita mempersiapkan tubuh yang sehat dengan rajin berolahraga. Berolahraga secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh.  Di mana dengan berolahraga proses metabolisme dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar.

Ketika badan sehat, tidak hanya puasa yang menjadi lancar. Membersamai tumbuh kembang si kecil pun menjadi lebih menyenangkan tanpa drama mudah lelah.

2# Memperhatikan asupan gizi

Menjadi seorang ibu yang mengASIhi anak, tentu harus memperhatikan asupan gizi yang seimbang dan cukup. Untuk itu, kita harus rajin mengkonsumsi makanan kaya protein, vitamin, dan mineral agar produksi ASI lancar. Apalagi saat berpuasa.

Pilihlah makanan bergizi seimbang seperti kurma, buah-buahan, sup, dan nasi merah untuk mengembalikan energi tubuh.

3# Konsultasi ke dokter

Konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan bayi aman untuk berpuasa. Dokter akan membantu menilai apakah ibu memiliki kondisi yang mengharuskan menunda puasa.

4# Cukupi kebutuhan air putih harian

Air putih sangat mempengaruhi kelancaran produksi ASI. Untuk itu, Moms harus minum air putih minimal 8 gelas di malam hari.

5# Perhatikan tanda dehidrasi

Ibu menyusui lebih berisiko mengalami dehidrasi. Jika moms merasa haus berlebihan, mulut kering, urin berwarna gelap, dan pusing, segera minum air putih. Karena kondisi tersebut adalah tanda-tanda dehidrasi

6# Istirahat yang cukup dan hindari aktivitas berat

Tubuh ibu membutuhkan lebih banyak energi saat menyusui. Jadi pastikan moms mendapatkan waktu tidur yang cukup untuk menjaga stamina.

Selain itu, di siang hari ada baiknya moms menghindari aktivitas fisik yang berat dan berisiko menyebabkan kelelahan.

7# Perhatikan kondisi si kecil

Pantau kondisi si kecil selama moms berpuasa. Apalagi jika masih ASI ekslusif. Apabila si kecil menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti popok jarang basah, menangis tanpa air mata, dan tampak lemas, segera konsultasikan dengan dokter.

Penutup

Dikutip dari laman NU Online, bagi seorang ibu yang sedang menyusui bayi diperbolehkan untuk tidak berpuasa ramadan. Apalagi jika kondisi ibu dan si kecil tidak memungkinkan untuk puasa. Jadi apabila ibu merasa lemas, pusing, dan mengalami tanda-tanda dehidrasi, segera batalkan puasa.

Sumber :

Leave a comment